Jaminan Surety Bond dari Asuransi

Tulisan dibawah ini adalah copas dari artikel yang telah saya tulis dalam blog saya lainnya di tahun  2009 semoga tetap update. Tulisan ini saya tampilkan karena memang di bulan tengah tahun ini lah musim nya diadakan kegiatan penyerapan anggaran untuk berbagai proyek. Realisasi proyek pemerintah membutuhkan Jaminan dalam bentuk Surety Bond atau Bank Garansi, semoga artikel ini memberikan pencerahan. perlu di ingat bahwa sifat Jaminan Surety Bond berbeda dengan prinsip produk asuransi lainnya. Pada surety Bond, perusahaan asuransi menjamin perusahaan Kontraktor, sehingga bila terjadi wanprestasi maka Pihak Obligee/Bowheer berhak ajukan pencairan jaminan kepada asuransi. Setelah dilakukan verifikasi dan layak di cairkan serta telah dilakukan pencairan ke Pihak Obligee maka Kontraktor secara bersamaan harus memberikan penggantian sebesar penggantian ata nilai pencairan yang disepakati.

Membuat Surety Bond cukup mudah selama data yang disajikan kepada perusahaan asuransi telah diberikan sesuai prosedur dan kontraktor memiliki reputasi yang baik, dari kualitas perusahaan yang dibuktikan dengan pengalaman pada proyek sejenis hingga performa keuangan yang ikut mendukung. Demikian sebagai pengantar, semoga membantu para pembaca dengan dimuatkan artikel dibawah ini. Selamat membaca :

Istilah Surety Bond bagi para pelaku bisnis di bidang kontraktor baik bergerak dibidang jasa konstruksi ataupun pengadaan/supply. Kebutuhan akan Surety Bond seakan tidak lepas dari kegiatan tender yang diikuti oleh para Kontraktor. Mulai pada saat memasukian penawaran, kontraktor membutuhkan Jaminan Penawaran/Bid Bond, Setelah ditunjuk dan ditetapkan sebagai pemenang maka Pemilik Proyek akan meminta Jaminan Pelaksanaan yang diterbitkan oleh perusahaan asuransi sebagai jaminan kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan yang diberikan.

Pada proses berikutnya ketika pemilik proyek(bowheer) memberikan uang muka sebagai modal kontraktor mengerjaka proyek-nya, Obligee/bowheer mensyaratkan diterbitkannya Jaminan Uang Muka(Advance Payment Bond). Begitupun ketika usai pelaksanaan pekerjaan, akan diminta jaminan pemeliharaan(maintenance bond), namun di beberapa proyek biasa nya jaminan pelaksanaan(performance bond) akan digabung pembuatannya dengan jaminan pemeliharaan.

Perusahaan asuransi turut dalam mensukseskan program pembangunan nasional melalui Keppres No. 16 Tahun 1994 tentang Pelaksanaan APBN RI Pasal 22, yang didalamnya memuat pasal-pasal yang mengatur tentang diperbolehkannya Perusahaan Asuransi Kerugian untuk menerbitkan Jaminan Proyek. Sehingga saat ini kebutuhan akan pembuatan jaminan bukan menjadi tanggungjawab perusahaan asuransi dalam mencari market penjualan produk surety bond namun memiliki kedudukan yang sama dalam pelaksanaan pembangunan nasional yang berasal dari anggaran Negara.

PT. Bumida sendiri bukanlah ‘pemain baru’ dalam pemasaran produk tersebut, khususnya dalam membantu para kontraktor dalam proses pelaksanaan proyek. Kemudahan dan kecepatan pembuatan menjadi concern perusahaan ini, karena kesibukkan kontraktor dalam mengerjakan inti proyek menjadikan perhatian serius bagi pemasar surety bond untuk membantu kontraktor agar asuransi dapat mengeluarkan jaminan terhadap proyek yang sedang dikerjakan.

Selain surety bond, produk jaminan proyek di asuransi berkembang dalam bentuk Kontra Bank Garansi (KGB). Penerbitan KGB sebenarnya sama dengan Bank Garansi yang dikeluarkan oleh Bank dan memang produk KGB tersebut adalah Bank Garansi. Hal ini ini dalam produk KGB oleh asuransi, pihak asuransi bekerjasama dalam bentuk MoU dengan Bank yang menjadi rekanan nya. Apa dan bagaimana (kontra) Bank Garansi yang diterbitkan melalui oleh asuransi akan kita bahas dalam tulisan lain nya.

SURETY BOND

JENIS SURETY BOND

Jaminan Penawaran (Bid Bond / Tender Bond)

Menjamin Obligie (Pemilik Proyek) atas kerugian karena Principal (kontraktor) yang memenangkan tender mengundurkan diri/ingkar janji atas syarat yang ditentukan dalam dokumen tender.

Surety Company akan membayar kerugian yang diderita Obligie sebesar selisih antara penawaran pemenang tender pertama dangan penawaran pemenang tender kedua, maximum sebesar nilai jaminan.

o Nilai jaminan : Antara 1 % sd. 3 % dari harga penawaran.

o Jangka waktu : Sesuai dengan waktu yang ditentukan dan persyaratan

dokumen tender.

o Klaim : Apabila pemenang lelang mengundurkan diri / ingkar janji.

o Jatuh tempo : – Apabila SPK ditanda tangani

– Apabila Principal kalah lelang

Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond)

Menjamin Obligie (Pemilik Proyek) atas kerugian karena Kontraktor tidak melaksanakan proyek sesuai dengan ketentuan yang ada dalam kontrak (Gagal melaksanakan proyek) Surety Campany akan membayar kerugian yang diderita oleh Obligie, maximum sebesar nilai jaminan.

o Nilai jaminan : 5 % dari nilai proyek

o Jangka waktu : Sesuai dengan waktu pelaksanaan proyek

o Klaim : Apabila Principal gagal melaksanakan -proyek.

o Jatuh tempo : – Proyek selesai 100 %

– Berita acara penyelesaian proyek telah ditanda tangani.

Jaminan Pembayaran Uang Muka (Advance Payment Bonds)

Menjamin Obligiee (Pemilik Proyek) atas kerugian karena Kontraktor tidak mengembalikan uang muka sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam kontrak ( gagal melaksanakan proyek ).

Surety Company akan membayar kerugian yang diderita Obligie, maximal sebesar nilai jaminan.

o Nilai jaminan : 10 sd. 20 % dari nilai proyek

o Jangka waktu : Sesuai dengan waktu pelaksanaan proyek

o Klaim : Apabila principal tidak mengembalikan uang muka yang

diterimanya pada saat awal proyek.

o Jatuh tempo : – Uang muka telah dilunasi

– Berita acara penyelesaian proyek telah ditandatangani

Jaminan Pemeliharaan (Maintenance Bond)

Menjamin obligie (Pemilik Proyek) atas kerugian karena Konraktor tidak melaksanakan pemeliharaan; memperbaiki kerusakan-kerusakan setelah pelaksanaan pekerjaan selesai sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam kontrak.

Surety Company akan membayar kerugian yang diderita Obligie, maximal sebesar nilai jaminan.

o Nilai jaminan : 5 % dari nilai proyek

o Jangka waktu : Sesuai dengan waktu pemeliharaan proyek.

o Klaim : Apabila Principal gagal memperbaiki kerusakan proyek.

o Jatuh tempo : – Kerusakan proyek diperbaiki

– Berita acara penyelesaian proyek tahap II ditanda tangani.

DOKUMEN YANG DIPERLUKAN

o Mengisi application form

o Bio data principal (a.l : Neraca audited min. 2 tahun terakhir, Daftar pengalaman pekerjaan, Company Profile, SIUP, SIUJK, Surat Keterangan Domisili, NPWP, Surat Referensi Bank 2 bulan terakhir).

o Indemnity Agreement (Surat Pernyataan Kesediaan Membayar Ganti Rugi) yang ditanda tangani oleh Principal & Indemnitor serta disyahkan oleh notaris.

o Dokumen pendukung penerbitan surety bond sesuai dengan jenisnya :

o Surat undangan tender

o SPK

o Kontrak

KLAIM PENCAIRAN JAMINAN

Obligee mengajukan klaim (pencairan jaminan) kepada Surety apabila Prinsipal dinyatakan gagal melaksanakan kewajibannya sesuai dengan perjanjian/kontrak (wanprestasi).

Klaim Jaminan Penawaran /Tender (Bid Bond)

Prinsipal yang telah dinyatakan lulus sebagai pemenang tender dianggap wanprestasi, apabila :

o Prinsipal dinyatakan mengundurkan dri

o Prinsipal gagal menandatangani kontrak dan/atau tidak dapat memberikan Jaminan Pelaksanaan.

Syarat-syarat Klaim Jaminan Penawaran/Tender

Obligee mengajukan pencairan secara tertulis dengan melengkapi dokumen-dokumen :

o Surat Pernyataan resmi dari Panitia Lelang mengenai Prinsipal yang wanprestasi.

o Surat Keputusan Pemenang Tender.

o Pernyataan/pengakuan dari Prinsipal mengenai ketidak sanggupannya atau surat pengunduran diri.

o Perincian harga pemenang I, II, III dan/atau Kontraktor yang kemudian ditetapkan sebagai pemenang.

o Asli Jaminan Penawaran/Tender.

Besarnya klaim Jaminan Penawaran/Tender

Besarnya jaminan yang dibayarkan adalah sesuai kerugian yang diderita Obligee yakni selisih antara harga penawaran pemenang I dengan harga penawaran Prinsipal yang kemudian ditetapkan sebagai pemenang dengan maksimum pembayaran sebesar Nilai Jaminan (Penal Sum).

Klaim Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond)

Pada Jaminan Pelaksanaan, Prinsipal dianggap wanprestasi, apabila :

· Prinsipal tidak melaksanakan pekerjaannya.

· Jadual penyelesaian pekerjaan/proyek tidak memenuhi time schedule yang telah ditentukan (tanpa force majore).

· Pekerjaan/proyek tidak memenuhi syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam kontrak kerja, baikdari segi tehnis pelaksanaan, mutu, bahan, konstruksi, dll.

Syarat-syarat Klaim Jamian Pelaksanaan (Performance Bond)

Obligee mengajukan pencairan jaminan secara tertulis kepada Surety dengan melengkapi dokumen-dokumen, sebagai berikut :

· Surat Keputusan tentang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang telah ditandatangani Obligee dan Principal

· Perhitungan / penetapan besarnya hak dan kewajiban Obligee dan Principal

· Copy kontrak baru dan / atau perhitungan Obligee yang nilainya dapat diterima untuk menyelesaikan sisa / bagian yang tidak diselesaikan Principal

· Asli sertifikat Jaminan Pelaksanaan

Besarnya klaim Jaminan Pelaksanaan

Besarnya jaminan yang dibayarkan adalah sesuai kerugian yang diderita Obligee, maksimum sebesar Nilai Jaminan (Penal Sum) dan pelaksanaannya mengikuti ketentuan yang berlaku (dari Dirjen Anggaran atau sesuai petunjuk Obligee.

Klaim Jaminan Uang Muka (Advance Payment Bond)

Pada Jaminan Uang Muka, Prinsipal dianggap wanprestasi, apabila :

· Prinsipal tidak melaksanakan pekerjaannya.

· Pekerjaan yang dilaksanakan tidak memenuhi syarat dan kewajiban yang tercantum dalam perjanjian / kontrak kerja, baik dalam segi tehnis pelaksanaan, mutu bahan, konstruksi, dll.

· Tidak memenuhi Time Schedule yang telah ditentukan, tanpa adanya force majeure.

Syarat-syarat Klaim Jamian Uang Muka (Advance Payment Bond)

Obligee mengajukan pencairan jaminan secara tertulis kepada Surety dengan melengkapi dokumen-dokumen, sebagai berikut :

· Surat Keputusan tentang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang telah ditandatangani Obligee dan Principal

· Perhitungan / penetapan besarnya hak dan kewajiban Obligee dan Principal

· Asli sertifikat jaminan Uang Muka

Besarnya klaim Jaminan Pelaksanaan

Besarnya jaminan yang dibayarkan adalah sebesar jumlah Uang Muka yang diterima Principal dan dikurangi dengan cicilan (sesuai tahap pembayaran prestasi / termijn).

Klaim Jaminan Pemeliharaan (Maintenance Bond)

Pada Jaminan Pemeliharaan, Prinsipal dianggap wanprestasi, apabila tidak melaksanakan perbaikan atas kerusakan proyek pada masa pemeliharaan.

Syarat-syarat Klaim Jamian Pemeliharaan (Maintenance Bond)

Obligee mengajukan pencairan jaminan secara tertulis kepada Surety dengan melengkapi dokumen-dokumen, sebagai berikut :

· Sebab-sebab yang terjadi pada masa pemeliharaan

· Perincian biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki kerusakan tersebut

· Asli sertifikat Jaminan Pemeliharaan

Besarnya klaim Jaminan Pemeliharaan

Besarnya jaminan yang dibayarkan adalah sebesar biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki kerusakan, maksimum sebesar Nilai Jaminan Pemeliharaan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s