Asuransi Indonesia : Prospek saat Krisis

Gonjang Ganjing Perlambatan Ekonomi…..

Seperti kata-kata menggambarkan politik saja…!!

Yaa, situasi perlambatan ekonomi yang menerpa Makro Ekonomi Indonesia membawa dampak yang cukup serius ke berbagai sendi kehidupan di setiap warga. Mulai dari warung di pinggir jalan sempit hingga bisnis korporasi mengeluhkan sikon ekonomi yang cenderung tak berpihak pada pertumbuhan ekonomi real saat ini.

Sepi nya transaksi usaha diberbagai sektor mengindikasi kan pengaruh krisis global yang masuk ke Indonesia. Melemahnya nilai mata uang Rupiah terhadap Dollar Amrik menjadi indikator mudah dan memberikan dampak pada bisnis turunan nya. Pekerjaan berat bagi Pemerintah Jokowi JK saat ini untuk memulihkan dan membuat percaya para pelaku ekonomi hingga para investor berbagai skala bisnis untuk tetap melakukan aktivitas bisnis nya.

Dunia Asuransi menjadi bidang yang terkena dampak dalam perlambatan ekonomi yang terjadi. Pada dasarnya bisnis Asuransi adalah bisnis pendamping dan pendukung dari kegiatan ekonomi yang terjadi. Asuransi belum menjadi komoditi atau bahkan penyumbang pendapatan yang signifikan, sehingga ketergantungan tersebut akan tercermin dari pertumbuhan premi yang bisa jadi ikut melambat dan bahkan minus di sejumlah lini bisnis nya.

Walau efek perlambatan tidak terjadi di seluruh perusahaan asuransi, namun secara makro bisnis akan mengalami sedikit gangguan. Gangguan ini setiap perusahaan asuransi akan berbeda dampak yang dialami nya. Bagi perusahaan asuransi yangn sangat tergantung pada lini bisnis MV atau Kendaraan, maka pertumbuhan minus di Otomotif khusus nya penjualan Mobil dan motor baru akan berdampak pada menurun nya premi secara year on year, begitu juga di sektor Property yang sedang mengalami kelesuan.

Pemerintah sedang gencar melakukan deregulasi kebijakan, yang target utama nya jelas, memberikan insentif dan dorongan kepada para pelaku bisnis untuk kemudahan dalam aktivitas ekonomi. Kebijakan ini akan berdampak ganda, sisi pertama akan disambut positif sebagai intervensi luar usaha yang memberikan dampak positif bagi pertumbuhan bisnis namun sisi lain akan juga berdampak negatif bila terjadi gejolak tiba2 baik secara ekonomi maupun non teknis lainnya bila berbenturan dengan nilai atau aturan yang (padahal) sebelumnya telah disepakati.

Memang seperti buah simalakama, tetapi ini harus diambil oleh Regulator yang tidak mau tinggal diam membiarkan dampak krisis terjadi begitu saja tanpa adanya usaha melakukan dorongan yang dianggap dapat membantu para pengusaha. Nah, asuransi akan di untungkan dengan kebijakan pemerintah yang memang pro dunia usaha yangn positif. Ketika terjadi aktivitas ekonomi seperti normal keadaan, bahkan melebihi kondisi sebelumnya maka terjadi aktivitas ekonomi yang memang nanti nya akan dibutuhkan proteksi asuransi untuk mengcover resiko bisnis tersebut, apapun itu!

Sebagai contoh terjadi order permintaan eksport ke luar negeri atas sejumlah komoditi lokal atau yang dibuat di dalam negeri. Maka, pengiriman barang atas transaksi tersebut dapat di cover oleh Produk Asuransi Pengangkutan atau Marine Cargo. Aktivitas di pabrik atau kegiatan pendukung nya pun akan membuka lapangan kerja atau kesempatan asuransi akan masuk untuk mem proteksi kegiatan tersebut seperti asuransi bagi pekerja, asuransi atas kegiatan produksi dll. Bayangkan ketika sebuah pabrik manufaktir kehilangan order, lalu tutup..!  Maka sekian orang akan di PHK, pabrik tutup dll, asuransi pun juga akan kehilangan potensi market.

Memang seharus nya asuransi tidak melulu menunggu, apalagi saat terjadi perlambatan ekonomi saat ini. Angka keikutsertaan dari penduduk indonesia masih sangat jauh dibandingkan negara tetangga macam Singapura dan Malaysia. Sudah seharus nya pelaku dan praktisi asuransi Indonesia menciptakan dan membentuk ceruk pasar yang belum tergali. Termasuk juga adalah optimalisasi perusahaan asuransi lokal dalam menggenjot premi di Indonesia. Pihak Regulator dalam hal ini OJK (Otoritas Jasa Keuangan) berperan sangat strategis dalam mengatur hadir nya asuransi asing atau pemodal luar yang akan meng-akuisisi perusahaan asuransi di dalam negeri termasuk kegiatan turunan nya. Mulai dari aturan operasional perusahaan asing, hingga penempatan reas, dll. Sudah seharus nya perusahaan lokal jadi tuan rumah di negeri sendiri dengan di topang kreatifitas, kapasitas modal, sdm, regulasi, dll sehingga kejadian krisis apapun dapat terus menjamin kelangsungan bisnis perusahaan lokal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s