Menjual itu Menyenang-kan…!

Hari ini seakan aku bagaikan menjadi seorang marketing baru yang bahagia. Habis presentasi cerita nya dari suatu kawasan perkantoran di pusat jakarta, segitiga emas. Walau belum tahu akan deal dan jadi premi, tapi rasa bahagia keluar dari pikiran ini. Senang, menikmati dan menyenang kan.
Seakan aktifitas biasa itu jadi hal luar biasa, padahal presentasi dan prospek adalah kegiatan yang teramat biasa bagi marketing. Tapi tidak kali ini, entahlah. Walau harus menunggu 1 jam dari jadwal yang ditentukan tapi aku rela menunggu sambil cek HP untuk komunikasi dan membalas berbagai chat WA yang terpending selama perjalanan. 
Berhadapan dengan empat orang yang haus akan pertanyaan membuat ku antusias. Menyampaikan materi dan menjawab segala macam pertanyaan yang muncul lalu menutup nya untuk pamitan. Hari ini mungkin menjadi tahun ke sebelas aku beralih profesi menjadi seorang pemasar, setelah tiga tahun habis kan waktu sebagai seorang claim analyst & underwiter.
Hari ini menjual Asuransi Contractor All Risk yaa CAR Insurance. Jaminan yang memberikan benefit bagi para perusahaan kontraktor selama masa pembangunan gedung kantor, pasar, restoran, apartemen, hotel, pabrik, sekolah, mall hingga jalan tol maupun bangunan konstruksi lainnya. Polis ini juga mengcover pihak ketiga selama masa pembangunan bila terjadi kerugian pada orang/bodily injury dan property orang lain.
Rate sangat murah dibanding kan risiko yang dijamin kan sebesar nilai kontrak project. Misalkan proyek pembangunan sebuah kantor 4 lantai sebesar 10 Milyar, maka premi yang dibayar kan hanya sebesar Rp. 20 juta saja. Kontraktor merasa nyaman karena terlindungi asuransi, pemilik project pun akan tidur nyenyak karena selama proses konstruksi telah aman dari tuntutan pihak lain jika kontraktor nya lalai.
Anda perlu produk serupa atas risiko pembangunan konstruksi. Bisa telpon saya ke 087782734164, di WA saja dulu juga oke….atau ke no Simpati saya 08128313790 ada WA nya juga tapi jarang buka di no ini….

Advertisements

Gojek Sponsor Utama Liga Indonesia : Di CINTAI sekaligus di BENCI

Gojek/Grab/Uber GOYANG Kursi Empuk Transportasi Konvensional..!! 
Para Pimpinan Daerah sekarang GOYAH harus perjuangkan siapa !?
Disruptif….Teknologi telah merambah berbagai sektor, termasuk dunia transportasi massal. Taksi ‘konvesional’ (walau tak semua sepakat penyebutan konvensional karna seakan jadul) menjadi salah satu pihak tersudut atas masif nya aplikasi online yang merambah dunia transportasi, tak terkecuali angkot dengan berbagai jenis nya.
Saya sudah lama mau menulis tentang STRATEGI JITU GOJEK masuk dunia sepakbola. Bagi saya yang penggemar bola tentu cukup kaget ketika aplikasi yang dibidani Nadiem Makariem itu jadi sponsor utama Liga Sepakbola Indonesia. Gilaa…!!! Ide Brilian menurut saya….!!!
Sepakbola adalah olahraga nomor WAHID di Dunia, termasuk di negeri berpenduduk lebih dari 250 juta jiwa ini, NKRI. Gojek telah lakukan strategi jitu jangka panjang, dia masuk  ke Top of Mind para penggila bola, bahkan yang tidak mengerti bola pun nanti nya akan tahu bahwa Gojek sudah sampai ke lemari baju mereka melalui kostum bola. Hahaha…Edan….!!!
Siapa yang siarkan Hasil pertandingan bola, walau sekedar informatif. Sudah lah kita bahas aspek strategi massa dan kebijakan. Gojek ibarat pribahasa, sekali mendayuh 2-3 bahkan ribuan pulau terlampaui. Ya….dengan menjadi sponsor utama, maka setiap tim wajib cantumkan logo Gojek pada kostum, belum lagi segala merchandise dan atribut pertandingan nya. Penyebutan Nama Liga pun jadi branding yang tokcer….
Maka, jangan heran ketika seluruh pelosok negeri ini tanpa di komando akan mempromosi kan Gojek, merasuki alam bawah sadar masyarakat untuk mengenal Gojek. Para supporter yang jumlah nya puluhan ribu bahkan jutaan akan terhipnotis untuk menaruh nama Gojek di dada mereka melebihi ‘Garuda di dada’ bahkan. 
Fanatisme yang maksimal akan meniadakan sentimen apapun. Gojek telah berhasil menjelma menjadi brand populer yang bisa jadi begitu akrab kini bersanding dengan brand yang telah hidup puluhan tahun mungkin, seperti Aqua, Teh Botol Sosro atau apalah. Menurut saya yah….
Pejabat….!! Sudah jadi rahasia umum bahwa banyak pejabat sangat dekat dengan sepakbola. Bahkan ketika sebelum nya begitu asing dengan kulit bundar ini sebelum nya. Namun ketika posisi jabatan dan politik disandingkan dengan sepakbola di negeri ini seperti kekasih yang baru pacaran, lengket coy…
Bisa dibayangkan para pejabat yang entah sebagai Pembina, bahkan Pemilik klub berfoto dan memamerkan kostum tim bola asal daerah yang di pimpin nya. Hmm…..berbagai multi efek akan di dapat dari hasil pencitraan gambar yang dihasilkan ketika Pejabat mengenakan kostum bola, berfoto sekedar pegang kostum atau apalah yang dekat dengan atribut. Muncul persepsi dan segala macam arti tergantung siapa menggoreng nya jadi apa.
Nah, kini kita dengar telah timbul gejolak Aplikasi Online di sejumlah daerah. Misalkan Jawa Barat atau Bandung kota yang jadi sorotan dan Balikpapan. Siapa yang menolak, telah begitu antipati akan aplikasi Online yang masuk kawasan mereka. Baru mikir kan berbagai hubungan ini pada akhirnya. Siapa para suporter bola klub tempat mereka hidup cari nafkah. Bisa jadi para sopir angkot yang demo atau unjuk rasa beberapa hari sebelum nya adalah penonton bola yang hadir ke stadion dengan bangga pakai kostum klub kebanggaan. Bisa jadi, ketika mereka demo penolakan Ojek Online atau Taksi Online di depan kantor pemda, sepulang nya ke rumah mendapati anak mereka sedang baca buku sekolah sambil mengenakan kostum bola klub asal kota mereka hidup. Apa mau di bakar tuh kaos bola…? Pas mendapati Aplikasi Online yang mau mereka usir ternyata sudah masuk rumah mereka. Hahaha..runyam…
Memang ada tuntutan yang tidak serta merta tanpa pandang bulu untuk menolak. Tetapi strategi unik masuk nya Gojek ke Bola ini menurut sata begitu fenomenal. Gojek tidak perlu susah payah kampanye kan Brand mereka ke berbagai kota dan pelosok, namun lompatan hasil kini tinggal mereka akan tuai jika strategi lanjutan nya berhasil mereka lakukan. Gojek telah membantu aplikasi online lainnya tanpa susah payah melakukan pendekatan/sosialisasi struktutal untuk memayungi keberadaan dan kegalitas nya. Para pemangku kebijakan akan dengan sendiri nya tergerak dan terusik dengan situasi ini. 
Tentu saya tidak mengulas apa strategi lanjutan nya, kecuali mereka bayar saya…hahaha…dah ah….cuma iseng ajah jadi tidak terstruktur baik nulis nya karena sambil mau bobo rebahan.
Disruptif bisnis juga pengaruhi cara berpikir kita. Termasuk Disruptif promosi….sekali lagi…Gokil….
Selamat malam…
Hendra Cahya/Praktisi Asuransi