Asuransi Proyek : Contractor All Risk

Proyek pembangunan baik swasta dan yang menggunakan dana APBN/APBD atau pun kementrian sudah mulai gencar, sehingga diperlukan kesiapan semua pihak termasuk asuransi sebagai salah satu lini usaha pendukung dalam sukses nya penyerapan anggaran untuk sektor pembangunan. Asuransi masih menjadi pelengkap dari kegiatan proyek walau memiliki fungsi strategis dalam manajemen resiko. Resiko proyek pembangunan misalkan, ada resiko bangunan roboh atau accident yang menyertai proses pembangunan nya. Sehingga akibat penanganan resiko ini, perusahaan asuransi merancang produk yang namanya Asuransi Contractor All Risk atau biasa disingkat CAR Insurance.

Adapun detail penjelasan produk yang semoga bermanfaat, baik bagi Kontraktor maupun pemegang kebijakan/pemilik proyek (swasta/negara) dapat disajikan dibawah ini secara singkat. Semoga penanganan resiko yang berujung pada pengaturan cashflow perusahaan bila terjadi musibah dapat selalu terjaga dengan ada nya proteksi asuransi CAR ini. Selamat membaca…..

ASURANSI CONTRACTOR ALL RISK (C.A.R)

  1. PENGERTIAN ASURANSI CONTRACTOR ALL RISK (CAR)

Asuransi yang menjamin kerugian finansial akibat kerusakan fisik dari pekerjaan sipil yang sedang dipasang atau dikerjakan.

II. OBYEK YANG DAPAT DIPERTANGGUNGKAN 

Yang dapat dipertanggungkan dalam Asuransi (CAR), yaitu semua jenis pekerjaan sipil engginering, misalnya :

  1. Pekerjaan Pembangunan Ruko, Kantor, Sekolah, Kampus, dll
  2. Pekerjaan Pabrik, Kawasan Industri, dll
  3. Pembangunan Gedung Bertingkatseperti Hotel, Apartemen, Plaza, dll
  4. Pembangunan Terowongan, Jalan, dan pekerjaan SIPIL lainnya

III.   YANG DAPAT MENJADI TERTANGGUNG

  1. Kontraktor / Sub Kontraktor sebagai pelaksana Proyek
  2. Pemilik Proyek
  3. Bisa kedua-duanya di atas
  4. Instansi swasta / perorangan

IV. LUAS JAMINAN

A. Material Demage Section 1 

Kerugian finansial sebagai akibat kerusakan phisik dari pekerjaan sipil yang sedang dipasang, yaitu antara lain akibat :

  1. Kebakaran / fire, disambar petir, peledakan
  2. Gempa bumi dan sejenisnya
  3. Negligence, human error dan lack of skill
  4. Pencurian dan pembongkaran
  5. Short sircuit (hubungan pendek)
  6. Malicious acts (tindak kejahatan)
  7. Dan lain lain yang tidak termasuk dalam pengecualian

B. Section II Third Party Liability

Yaitu kerugian yang diderita oleh tertanggung di mana secara hukum (legal) penanggung bertanggung jawab, yaitu akibat :

  1. Kecelakaan pada badan dari pihak ke-III (fatal atau tidak)
  2. Kerusakan barang milik dari pihak ke-III

V. HAL YANG TIDAK DIJAMIN DALAM MATERIAL DEMAGE SECTION 1

  1. Perang, pembrontakan, revolusi dan sejenisnya
  2. Radiasi nuklir, kontaminasi radio aktif dan sejenisnya
  3. Kesengajaan yang dilakukan oleh manajemen
  4. Pengunduran pekerjaan sebagian atau total

Keempat pengecualian tersebut di atas termasuk dalam General Exclusion pada Polis C.A.R

VI. HARGA PERTANGGUNGAN 

Harga pertanggungan adalah harga penuh dari penyelesaian pekerjaan kontrak pekerjaan sipil

VII. DATA PENDUKUNG YANG DIBUTUHKAN

  1. Kontrak Kerja
  2. Surat Perintah Kerja
  3. Schedule Pekerjaan
  4. Progress pekerjaan bila pekerjaan sudah dimulai

VIII. Biaya (Konsultatif by call)

Dokumen yang dibutuhkan agar disiapkan oleh Kontraktor adalah sbb:

  1. Dokumen Permohonan
  2. Kontrak Kerja
  3. Bill of Quantity/RAB
  4. Layout Pekerjaan dan Denah Lokasi jika diperlukan
  5. Time Schedule + Kurva S dan Progress bila telah berjalan
  6. Company Profile + Daftar Pengalaman untuk Pekerjaan Sejenis

Proyek 1

Asuransi JAGA DIRI : Pelajaran Konsep Pemasaran yang KEKINIAN, Salut atas Terobosan nya…!!

Pemasaran Asuransi ONLINE saat ini mulai tumbuh menjadi primadona, paling tidak menjadi pemecah cara konvensional yang turun temurun kita ketahui. Pemasaran asuransi secara Online terbilang baru di Indonesia, dan belum banyak yang memulai nya secara integral. Mungkin sudah beberapa perusahaan menjalankan namun menurut pengamatan penulis masih bersifat satu arah pada beberapa tahun lalu. Masih bersifat optimalisasi website sebagai basis komunikasi virtual sebuah perusahaan dalam melakukan komunikasi kepada khalayak.

Penggunaan website pada sejumlah perusahaan sejati nya telah lama dilakukan, mulai dari yang sederhana atau statis hingga komunikatif dengan menyediakan menu chat atau dapat berkomunikasi secara real time dengan memanfaatkan fitur ataupun link messengger tertentu. Namun hal tersebut pada dasarnya menjadi cikal bakal dalam melahirkan sistem online yang akan terus berkembang, dan pada 1-2 tahun belakangan ini telah dibuat sistem online yang telah sangat maju mengadopsi perkembangan trend teknologi yang sudah sangat maju. Pemanfaatan teknologi bagu dunia pemasaran sejati nya adalah suatu keharusan pada era IT saat ini, namun modal dan pemahaman menjadi pembeda antar perusahaan ataupun individu dalam pemanfaatan nya.

Penulis mungkin tidak akan mengupas terlalu dalam tentang fenomena, sejarah dan lika liku perkembangan teknologi pada dunia bisnis khusus nya bisnis asuransi. Hal ini karena minim data yang mendasari nya walau pengalaman selama lebih dari 12 tahun di dunia asuransi dapat menceritakan trend perkembangan secara empiris. Baiklah, sesuai judul tulisan maka penulis ingin sekali sedikit memberikan opini tentang Asuransi Jaga Diri yang menurut penulis memberikan terobosan dalam dunia pemasaran online pada tahun 2015 ini. Walau penulis berbeda perusahaan dan tidak mendalami secara orang dalam namun penulis mencoba akan mengulas dari sisi luar sesuai pemahaman dan referensi bacaan yang diketahui. Sekali lagi mengawali dari tulisan ini, salut untuk ide yang telah dimulai dengan action tersebut.

Menurut penulis, dengan produk yang dijual begitu simple membuat target pasar juga tidak akan terlalu kesulitan dalam melakukan eksekusi pembelian. Calon customer tinggal input data diri dan pilihan benefit yang di inginkan, tidak banyak field yang di isi sehingga begitu mudah. Setelah cukup isian di isi, maka simulasi benefit dan premi akan muncul disertai sejumlah keterangan standar benefit produk. Jika calon customer setuju, maka tinggal klik lanjut untuk masuk kepada menu berikut nya, seperti pembayaran dll.

Mengenai detail benefit dan ulasan nya belum sempat saya ungkap seperti nya di tulisan saat ini. Untuk sisi benefit sebenar sudah cukup bagus dan diberikan gimmick yang menarik seperti pengembalian premi setelah 3 tahun sebesar 50% dan tambahan plus lainnya. Namun bila melihat besaran premi dan benefit sebenarnya calon customer bisa memperbandingkan dengan produk asuransi lain, sehingga akan lebih objektif. Seperti bila secara singkat dibanding kan dengan produk di Asuransi Bumida, untuk Produk retail Asuransi Sehatkoe dan Siagakoe di gabungkan, maka akan ketemu perbandingan premi yang cukup besar berbeda hingga 2-3 lebih besar, lebih mahal produk asuransi JAGA DIRI dengan benefit yang secara basic sama namun dengan fitur tambahan yang berbeda agak sulit melakukan head 2 head. Namun dengan besaran premi dan benefit yang cukup signifikan memang Anda sebagai pengguna atau customer bisa lebih jeli atas setiap produk yang akan dibeli sebagai proteksi diri. Ulasan tentang benefit akan kita lanjut pada tulisan lainnya karena sudah sore dan ada aktifitas lainnya.

Sekali lagi, salut buat ide Asuransi JAGA DIRI telah mengenalkan secara sederhana pemasaran online untuk asuransi di Indonesia, semoga dunia asuransi indonesia semakin maju dan berkembang seiring perkembangan dunia teknologi yang semakin detail masuk ke sendi kehidupan manusia kekinian hehehehe.

Salam Asuransi

Hendra Cahya/ 087782734164 (WA or Call or Text)

Asuransi Indonesia : Prospek saat Krisis

Gonjang Ganjing Perlambatan Ekonomi…..

Seperti kata-kata menggambarkan politik saja…!!

Yaa, situasi perlambatan ekonomi yang menerpa Makro Ekonomi Indonesia membawa dampak yang cukup serius ke berbagai sendi kehidupan di setiap warga. Mulai dari warung di pinggir jalan sempit hingga bisnis korporasi mengeluhkan sikon ekonomi yang cenderung tak berpihak pada pertumbuhan ekonomi real saat ini.

Sepi nya transaksi usaha diberbagai sektor mengindikasi kan pengaruh krisis global yang masuk ke Indonesia. Melemahnya nilai mata uang Rupiah terhadap Dollar Amrik menjadi indikator mudah dan memberikan dampak pada bisnis turunan nya. Pekerjaan berat bagi Pemerintah Jokowi JK saat ini untuk memulihkan dan membuat percaya para pelaku ekonomi hingga para investor berbagai skala bisnis untuk tetap melakukan aktivitas bisnis nya.

Dunia Asuransi menjadi bidang yang terkena dampak dalam perlambatan ekonomi yang terjadi. Pada dasarnya bisnis Asuransi adalah bisnis pendamping dan pendukung dari kegiatan ekonomi yang terjadi. Asuransi belum menjadi komoditi atau bahkan penyumbang pendapatan yang signifikan, sehingga ketergantungan tersebut akan tercermin dari pertumbuhan premi yang bisa jadi ikut melambat dan bahkan minus di sejumlah lini bisnis nya.

Walau efek perlambatan tidak terjadi di seluruh perusahaan asuransi, namun secara makro bisnis akan mengalami sedikit gangguan. Gangguan ini setiap perusahaan asuransi akan berbeda dampak yang dialami nya. Bagi perusahaan asuransi yangn sangat tergantung pada lini bisnis MV atau Kendaraan, maka pertumbuhan minus di Otomotif khusus nya penjualan Mobil dan motor baru akan berdampak pada menurun nya premi secara year on year, begitu juga di sektor Property yang sedang mengalami kelesuan.

Pemerintah sedang gencar melakukan deregulasi kebijakan, yang target utama nya jelas, memberikan insentif dan dorongan kepada para pelaku bisnis untuk kemudahan dalam aktivitas ekonomi. Kebijakan ini akan berdampak ganda, sisi pertama akan disambut positif sebagai intervensi luar usaha yang memberikan dampak positif bagi pertumbuhan bisnis namun sisi lain akan juga berdampak negatif bila terjadi gejolak tiba2 baik secara ekonomi maupun non teknis lainnya bila berbenturan dengan nilai atau aturan yang (padahal) sebelumnya telah disepakati.

Memang seperti buah simalakama, tetapi ini harus diambil oleh Regulator yang tidak mau tinggal diam membiarkan dampak krisis terjadi begitu saja tanpa adanya usaha melakukan dorongan yang dianggap dapat membantu para pengusaha. Nah, asuransi akan di untungkan dengan kebijakan pemerintah yang memang pro dunia usaha yangn positif. Ketika terjadi aktivitas ekonomi seperti normal keadaan, bahkan melebihi kondisi sebelumnya maka terjadi aktivitas ekonomi yang memang nanti nya akan dibutuhkan proteksi asuransi untuk mengcover resiko bisnis tersebut, apapun itu!

Sebagai contoh terjadi order permintaan eksport ke luar negeri atas sejumlah komoditi lokal atau yang dibuat di dalam negeri. Maka, pengiriman barang atas transaksi tersebut dapat di cover oleh Produk Asuransi Pengangkutan atau Marine Cargo. Aktivitas di pabrik atau kegiatan pendukung nya pun akan membuka lapangan kerja atau kesempatan asuransi akan masuk untuk mem proteksi kegiatan tersebut seperti asuransi bagi pekerja, asuransi atas kegiatan produksi dll. Bayangkan ketika sebuah pabrik manufaktir kehilangan order, lalu tutup..!  Maka sekian orang akan di PHK, pabrik tutup dll, asuransi pun juga akan kehilangan potensi market.

Memang seharus nya asuransi tidak melulu menunggu, apalagi saat terjadi perlambatan ekonomi saat ini. Angka keikutsertaan dari penduduk indonesia masih sangat jauh dibandingkan negara tetangga macam Singapura dan Malaysia. Sudah seharus nya pelaku dan praktisi asuransi Indonesia menciptakan dan membentuk ceruk pasar yang belum tergali. Termasuk juga adalah optimalisasi perusahaan asuransi lokal dalam menggenjot premi di Indonesia. Pihak Regulator dalam hal ini OJK (Otoritas Jasa Keuangan) berperan sangat strategis dalam mengatur hadir nya asuransi asing atau pemodal luar yang akan meng-akuisisi perusahaan asuransi di dalam negeri termasuk kegiatan turunan nya. Mulai dari aturan operasional perusahaan asing, hingga penempatan reas, dll. Sudah seharus nya perusahaan lokal jadi tuan rumah di negeri sendiri dengan di topang kreatifitas, kapasitas modal, sdm, regulasi, dll sehingga kejadian krisis apapun dapat terus menjamin kelangsungan bisnis perusahaan lokal.

Membuat Surety Bond yang Cepat, Aman dan Tidak Bikin Pusing

Bulan-bulan ini menjadi bulan sibuk bagi sejumlah instansi baik itu Pemda, Kementrian, BUMN or BUMD dll yang menggunakan dana APBN or APBD atau dana negara lainnya. Mengapa?

Penyerapan anggaran proyek saat ini jadi isu yang hangat di saat terpaan badai keGalau-an ekonomi, pertumbuhan minus atau perlambatan ekonomi jadi cerita yang menghiasi. Kok saat terjadi perlambatan atas pertumbuhan ekonomi malah penyerapan anggaran jadi jalan ditempat atau seperti jalan bekicot….LAMBAT….

Semester 1 telah berlalu, tapi serapan anggaran malah jadi modal ancaman negara kepada instansi yang tidak segera realisasi kan anggaran yang telah disusun sebelumnya. Pengalihan menjadi Surat Utang Negara (SUN) menjadi ancaman bagi anggaran yang tidak tergarap. Kocar kacir deh bagaimana realisasi kan anggaran kerja yang akan menjadi penopang ekonomi secara luas sesuai tujuan masing-masing program.

Namun kita tidak akan membahas isu penyerapan anggaran secara detail karna masih banyak pakar yang pintar mengulas nya. Namun ketika kemarin saat acara reuni kampus ketemu adik kelas yang saat ini jadi pengusaha, ia sedikit mengulas dan lebih tepat berkeluh kesah atas cara pemerintah dalam perlakuan di sistem tender. Seakan para Pengusaha atau kontraktor tidak boleh untung dalam pengadaan, margin yang tipis dan kadang tidak masuk hitung2an bisnis menjadi menyebab minim nya anggaran, ungkap nya. Ketakutan para pejabat dalam mengambil keputusan atau takut keputusan berakibat pelanggaran di belakang hari juga jadi salah satu sebab minim nya serapan anggaran di cerita lain.

Sementara kita stop deh bahas gimana serapan anggaran heheheh

Bagi Dunia asuransi, minimnya realisasi proyek juga menjadi penyebab menurun nya potensial premi yang di dapat dari bisnis ikutan nya. Pada suatu proyek baik Proyek APBN/APBD hingga Proyek Swasta, baik pengadaan atau pembangunan fisik biasa nya ada beberapa turunan produk asuransi yang wajib di buat oleh para Kontraktor rekanan, seperti :

1. Asuransi Penjaminan atau Surety Bond yang terdiri dari Jaminan Penawaran, Jaminan Pelaksanaa, Jaminan Uang Muka dan Jaminan Pemeliharaan

2. Asuransi Contractor All Risk (CAR) yang menjamin selama masa pembangunan fisik, baik jalan hingga gedung

3. Asuransi Kecelakaan Diri Pekerja selama Proyek berlangsung

4. Asuransi Pengiriman Barang terkait material (dari Gudang/pelabuhan/import ke lokasi proyek dan sebaliknya)

5. Asuransi Liability seperti CGL atau Comprehensive General Liability

6. Asuransi lainnya seperti Workmens Compensation Insurance, Automobile, Asuransi Alat Berat, dll

Kita akan mulai dari poin 1 untuk Asuransi Penjaminan atau Surety Bond, terdapat Perpres No. 4 /2015 yang secara tidak langsung mengurangi porsi Asuransi dalam mengais premi/service charge atas penjaminan karena beberapa pasal yang mengatur untuk tidak perlu nya penjaminan atas pelaksanaan tender. Perubahan dalam regulasi ini menjadikan peran asuransi sedikit ter-marginal kan, bahasa politikus nya heheheh…..nah terkait penerapan nya tentu banyak perbedaan dan persepsi, tapi kita tidak akan membahas hal tersebut juga.

Inti dari peran asuransi dalam proyek adalah ikut sukses kan proyek tersebut dari pihak yang berkepentingan, bagi Obligee atau pemilik Proyek maka Sertifikat Jaminan yang dikeluarkan adalah pegangan atas komitmen Principal/Kontraktor dalam pelaksanaan proyek yang di dapatkan. Bagi Principal, peran asuransu membantu dalam melengkapi segala ketentuan yang memang mengharus kan ada nya jaminan  asuransi atas proyek yang di dapat. Bagi Kontraktor yang tidak memiliki staf khusus dalam pengurusan dokumen asuransi, maka akan ter stigma bahwa mengurus jaminan asuransi sulit. Dokumen yang diminta ini dan itu…Harus ini dan itu….hehehehe

Tapi jangan salahkan dulu keadaan, Anda sebagai Kontraktor tidak harus juga punya staf khusus yang handle penjaminan tapi hanya perlu minta orang kepercayaan Anda baik Staf atau Anda sendiri untuk luangkan waktu untuk memahami alur pembuatan di awal nya. Penjaminan ini bukan seperti produk asuransi kendaraan yang tinggal Foto kendaraan sebagai pelengkap Surat Permohonan dan Copy STNK untuk dapat polis Asuransi. Penjaminan sama seperti Kredit di Bank, nahlo…..Bank tentu akan minta detail biodata Anda/perusahaan Anda, ya iyalah…lah wong Bank akan memberikan uang ke Anda kok sesuai kebutuhan….Surety Bond atau Penjaminan atau Bank Garansi hampir sama dengan pemberian kredit tersebut. Jadi wajar jika dimintakan dokumen tentang Company Profile, laporan Keuangan, Daftar Pengalaman perusahaan Anda pada proyek sebelumnya dan Dokumen terkait proyek yang sedang diajukan oleh Pihak Asuransi/agen. Malah Anda wajib bertanya-tanya jika ada Asuransi yang begitu gampang mengeluarkan Sertifikat Jaminan kepada Anda tanpa Data pengajuan yang memadai, bisa-bisa Anda dapat sertifikat bodong, aspal, palsu dan kawan-kawan nya atau diterbitkan oleh perusahaan yang tidak bonafide.

Saya setuju untuk dan atas pelayanan, kemudahan sangat diperlukan oleh para Kontraktor tapi Jika Anda atau perusahaan Bapak/Ibu sudah memiliki record di perusahaan Asuransi tempat Bapak/Ibu buat maka untuk penerbitan Sertifikat Jaminan berikut nya pasti akan sangat mudah dan dibuat mudah. Jadi dokumen terkait jati diri perusahaan Anda di atas seperti company profile, lapkeu, daftar pengalaman dll hanya dimintakan pada saat PERTAMA kali pengajuan kecuali ada perubahan/ganti tahun. Untuk lebih jelas nya bisa dalam bentuk pertanyaan dan diskusi nanti nya…

Lalu, untuk rate atau biaya tentu jadi akhir yang dinanti kan, kenapa agar tidak mengganggu cashflow anda tentu nya, sebagai contoh untuk pembuatan Jaminan Penawaran atas sebuah tender, maka ilustrasi nya sbb:

Nilai Proyek : 10 Milyar, maka biasa nya Jaminan Penawaran adalah 1-3% dari Nilai Proyek, coba kita ambil tengah2 ya…

Nilai Jaminan : 200 Juta, dengan periode jaminan misalkan 60 hari, maka biaya nya menjadi:

Biaya Jasa : 200 Juta x 0.15% + adm = 332 ribu

Untuk perhitungan jenis Jaminan lainnya(Pelaksanaan, Uang Muka, Pemeliharaan) kurang lebih hampir sama, detail nya bisa di diskusi kan atau di tanyakan kepada penulis.

Simple yaah, jadi jika Bapak/Ibu memiliki perusahaan yang jelas dan tidak perlu ada yang ditutupi maka cukup pahami saja alur cara membuatnya, berikan dokumen yang memang menjadi syarat, maka Bapak /Ibu memiliki HAK untuk mendapatkan kemudahan guna kelancaran proyek yang Bapak/Ibu kerjakan. Dokumen yang Bapak/Ibu berikan, khusus nya dokumen proyek bagi Agen/Marketing yang berpengalaman tentu akan menjadi Konsultan bagi Bapak ibu, kok gitu..??? Iya, karena terkadang karena Bapak/Ibu tidak terlalu paham tentang teknis pembuatan jaminan berakibat kesalahan dalam ketentuan yang TIDAK BOLEH SALAH, seperti :

1. Penulisan Nama Pekerjaan

2. Penerima Jaminan/Obligee berikut nama dan alamat nya jika diminta

3. Periode Jaminan, biasa nya berubah saat Aanwizjing

4. Nilai Jaminan, biasa nya berubah/koreksi saat Aanwizjing

5. Tanggal terbit jika diminta, dll

Hal-hal tersebut kadang kita anggap sepele karena sebagai Kontraktor, Anda sudah di PUSING kan dengan core dari proyek itu sendiri, maka kerjasama lah dengan agen/marketing yang bisa membantu Anda hindari kesalahan yang tidak perlu

Semoga membantu…..Untuk hal yang kurang jelas bisa hubungi penulis…

Bisa contact sy via Line/WA : 0812 83 284 883

Khusus Call di 0877 82734 164 atau 0812 8313 790

Email : hendrabumida@yahoo.co.id atau hendra@bumida.co.id

Fax. 021 88966355Proyek 1 Proyek 2 proyek-jalan

Asuransi Kesehatan Karyawan : Memilih dan Mengatur nya….

Tulisan ini juga merupakan bagian dari blog saya sebelumnya, semoga Anda para Manager atau Staf HRD, Pekerja atau Karyawan, Pemerhati Askes dapat mendapat kan manfaat dari tulisan ini. Askes adalah solusi di saat sakit bagi para pekerja, Anda bisa bayangkan dengan gaji yang sudah dihitung dengan kebutuhan rutin dan dana unpredictable yang terbatas harus tiba-tiba dialokasi kan untuk pembayaran biaya Rumah Sakit atau Obat yang mahal. Asuransi menjadi sangat penting untuk sikon tersebut. Mari peduli….

Pengelolaan asuransi kesehatan (ASKES) dalam suatu strategi manajemen perusahaan menjadi suatu kebutuhan dan keharusan. Benefit Askes menjadi bagian dari suatu paket dalam program ikatan kesejahteraan karyawan dengan perusahaan. Memang tidak semua perusahaan mengalihkan resiko biaya kesehatan karyawan melalu mekanisme asuransi, namun dikelola secara swadaya. Pengelolaan secara swadaya dapat berbagai cara, mulai dari mengandalkan personil bagian SDM untuk mengkontrol setiap reuimberst biaya kesehatan karyawan, hingga mengalihkan sistem administrasi kontrol dengan kerjasama pengelola jasa ASO ataupun kerjasama khusus dengan Rumah Sakit(RS) yang terdekat dan terpercaya. Namun pengelolaan biaya kesehatan selain melalui mekanisme Asuransi memiliki resiko over budget yang akan menjadi beban perusahaan diakhir tutup buku anggaran, hingga membuat konflik dan keresahan diantara karyawan karena merasa bahwa perusahaan tidak memperhatikan dan kurang peduli ketika plafon kesehatan si karyawan telah habis sebelum waktunya. Kondisi ini tentu saja akan menjadi bagian negatif dari peningkatan produktifitas karyawan, dimna tuntutan tinggi atas hasil kinerja menjadi prioritas stakeholder. Melalui mekanisme pengalihan biaya kesehatan dengan asuransi, maka secara umum kondisi di atas dapat di manage dan fokus manajemen menjadi lebih terarah. Manajemen HRD hanya disibukkan seputar administrasi pendataan dan komunikasi terkait pemilihan asuransi mana yang akan kerjasama dan administrasi pengajuan klaim serta pembayaran saja. Terkait pemilihan asuransi mana yang akan dipercaya untuk kerjasama pelayanan askes karyawan Bapak/Ibu maka perlu diperhatikan dan diperjelas terkait benefit dan sistem pelayanan klaim serta harus dipastikan bahwa Anda akan menjalin kerjasama dengan mitra/agen asuransi yang dapat dipercaya dan siap melayani disaat dibutuhkan. Program Asuransi Kesehatan bagi PEGAWAI/KARYAWAN beserta keluarga sesuai UU No. 23/1992 ditujukan untuk mewujudkan derajat kesejahteraan yang optimal melalui pendekatan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan penyakit, dan pemulihan kesehatan yang pelaksanaannya secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Disaat tertimpa penyakit dan keadaan memaksa harus di rawat inap maka kartu peserta asuransi Anda dapat diterima RS sehingga Anda terhindar dari kerepotan biaya dimuka yang biasa dimintakan oleh RS. Begitu pula untuk benefit lainnya yang dapat diperluas seperti Rawat Jalan, Rawat Gigi, Kaca Mata dan Melahirkan hingga benefit tambahan lainnya sesuai kebutuhan dan budget anggaran Anda.

Melanjutkan pembahasan terkait detail jaminan Askes di Artikel sebelumnya, maka sy mulai mencicil untuk memberikan sedikit penjelasan tentang isi Benefit Asuransi Kesehatan.  Jaminan benefit standar yang harus dibeli pertama kali oleh Calon Tertanggung atau bagian SDM perusahaan adalah benefit Rawat Inap (In Patient), setelahnya ada benefit Rawat Jalan(Out Patient), Benefit Gigi (Dental), Kaca Mata, Melahirkan dan lainnya sesuai kebutuhan dan kemampuan perusahaan dalam memberikan kenyamanan kesehatan bagi karyawan dan keluarga nya. Sejumlah perusahaan Asuransi memberikan syarat apabila suatu korporasi hendak membeli benefit tambahan selain Rawat Inap.  Sejumlah syarat tersebut memang tidak kaku, dapat diberikan kebijakan dengan sejumlah pertimbangan tergantung kebijakan masing-masing perusahaan. Syarat tersebut seperti jumlah minimal karyawan/i yang menjadi peserta biasa nya menjadi syarat awal untuk mengambil benefit tambahan, lainnya adalah terkait pengalaman claim ratio. Sedangkan dari pihak Tertanggung atau korporasi pertimbangan mengambil benefit tambahan diluar rawat inap adalah untuk memenuhi kebutuhan dan kenyamanan dari karyawan dan keluarga ketika mengalami musibah sakit dan memanfaatkan jaminan kesehatan yang maksimal. Pertimbangan biaya juga menjadi poin yang awal juga harus dibicarakan, karna menambah benefit selain RAwat Inap berarti anggaran premi juga harus bertambah. Apakah premi benefit tambahan tetap menjadi tanggungan perusahaan atau menjadi resiko sendiri dari karyawan tentu menjadi opsi. Menambah benefit tambahan selain rawat inap juga perlu kita perhatikan tentang detail isi benefit nya.  Membeli benefit tambahan dengan luas nya cakupan cover dan besar nya nilai jaminan apakah dibutuhkan oleh karyawan. Pertimbangan data kesehatan karyawan tentu menjadi pertimbangan, selain kemampuan daya beli untuk benefit tambahan tersebut.  Apabila data kesehatan karyawan tahun sebelumnya banyak melakukan klaim tentu ini menjadi pertimbangan untuk membeli benefit tambahan, selain menjadi pertimbangan perusahaan untuk tetap mempekerjakan karyawan yang ‘tidak sehat’. Pembahasan terkait seputar benefit tambahan akan kita bahas dalam sesi tulisan berikut nya karena akan lebih mendalam dan berdasarkan dari pengalaman yang ada. Berikut adalah sejumlah penjelasan tentang Benefit Rawat Inap dan Rawat Jalan: 1.1.1Jaminan Rawat Inap Ketentuan mengenai Jaminan rawat Inap (in patient), berkaitan dengan besarannya adalah sesuai dengan yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan harga. Adapun penjelasan mengenai manfaat rawat inap adalah sebagai berikut : 1. Biaya Kamar dan menginap di Rumah Sakit. Mengganti biaya harian untuk sewa kamar dan menginap , makan untuk setiap harinya, perawatan umum sebagai pasien yang terdaftar dalam Rumah sakit. Batas jaminan ini biasanya adalah 180 hari pertahun per peserta. 2. Unit Perawatan Intensif / ICU Mengganti biaya harian untuk jangka waktu yang tidak melebihi 25 hari pertahun per peserta di unit perawatan intensif yang direkomendasikan secara tertulis dan sangat diperlukan secara medis oleh dokter yang bertanggung jawab terhadap si tertanggung. 3. Biaya Aneka Perawatan Rumah Sakit. Mengganti biaya-biaya untuk test-test diagnostik sebelum dan selama peserta melakukan perawatan inap rumah sakit. Juga termasuk biaya-biaya obat, infus,alat-alat kesehatan dan laboratorium selama peserta melakukan perawatan inap di rumah sakit 4. Biaya Pembedahan : – Komplek, Mengganti biaya-biaya untuk Dokter Bedah sesuai dengan kategori tindakan pembedahan yang dilakukan sampai jumlah maksimum yang dijamin – Besar, Mengganti biaya-biaya untuk Dokter Bedah sesuai dengan kategori tindakan pembedahan yang dilakukan sampai jumlah maksimum yang dijamin – Sedang, Mengganti biaya-biaya untuk Dokter Bedah sesuai dengan kategori tindakan pembedahan yang dilakukan sampai jumlah maksimum yang dijamin – Kecil, Mengganti biaya-biaya untuk Dokter Bedah sesuai dengan kategori tindakan pembedahan yang dilakukan sampai jumlah maksimum yang dijamin 5. Kunjungan Dokter di Rumah Sakit ( hanya untuk perawatan non bedah ) Mengganti biaya-biaya yang dikenakan oleh seorang dokter untuk mengunjungi seorang pasien yang dirawat di rumah sakit, maksimum satu kali kunjungan per hari. Jaminan ini dibatasi secara harian. 6. Konsultasi dengan Dokter Ahli Mengganti biaya-biaya konsultasi yang dibebankan oleh Dokter Spesialis sehubungan dengan disability yang memerlukan perawatan rumah sakit , jika konsultasi tersebut telah direkomendasikan secara tertulis oleh dokter yang merawat. 7. Biaya Ambulance Mengganti biaya-biaya yang dikenakan oleh suatu Rumah Sakit atau organisasi yang memberikan jasa ambulance untuk mengangkut seorang tertanggung ke rumah sakit pada saat yang diperlukan. cidera itu. 8. Biaya Administrasi Rumah Sakit. Mengganti biaya-biaya Administrasi yang dikenakan oleh Rumah Sakit dalam satu periode rawat inap. 1.2.1Jaminan Rawat Jalan Ketentuan mengenai jaminan rawat jalan (out patient) adalah sebagai berikut : 1. Konsultasi dengan Dokter Umum: Mengganti biaya-biaya untuk kunjungan ke dokter atau klinik atau suatu kunjungan seorang dokter ke kediaman tertanggung, maksimum satu kali kunjungan per hari. 2. Biaya Dokter Ahli/ Spesialis : Mengganti biaya-biaya dokter spesialis asalkan tertanggung diberi pengantar/referensi untuk pergi ke dokter spesialis oleh dokter umum untuk suatu disability. Dalam peristiwa dimana tidak ada referensi tertulis, jumlah yang diganti akan dibatasi sampai batas pengeluaran yang sesuai untuk dokter umum. Dalam kasus konsultasi dengan Dokter Anak untuk anak di bawah 8 tahun. Batas jaminan ini adalah harian. 3. Pembelian obat-obatan : Mengganti biaya obat sesuai resep. Batas jaminan ini adalah untuk setiap tahun polis. 4. Penunjang Diagnostik/ Laboratorium & test-test diagnostik – Mengganti biaya-biaya untuk test laboratorium atau sinar-x yang diperlukan untuk diagnosa suatu disability yang dijamin. Batas jaminan ini adalah untuk setiap tahun polis. 5. Perawatan darurat akibat kecelakaan, mengganti biaya-biaya yang dikeluarkan untuk perawatan darurat akibat kecelakaan, jaminan ini berlaku setiap kasus/perawatan. Sementara demikian lanjutan pembahasan tentang Manajemen Pengelolaan Kesehatan Karyawan melalui Asuransi Kesehatan. Pembahasan dalam tulisan sengaja secara singkat dan bersambung guna fokus dan kemudahan memahami secara sederhana tentang pengelolaan kesehatan karyawan. Semoga menjadi sedikir pertimbangan oleh Manajemen Perusahaan dalam mengelola kesehatan karyawan sehingga produktivitas tetap terjaga dan fokus karyawan dalam bekerja menjadi lebih baik.

51anaknya Sakit jasa-perawat-orang-sakit tata-cara-shalat-orang-sakit

Jaminan Kesehatan untuk Pekerja

Tulisan ini adalah awal dari beberapa tulisan yang akan saya sampaikan terkait Peranan Asuransi Kesehatan Karyawan atau Pekerja bagi suatu Perusahaan atau Korporasi. Sementara di awal saya sampaikan beberapa tulisan saya yang telah saya tulis di blog lain nya beberapa tahun lalu semoga masih update dan bermanfaat bagi pembaca. Silahkan di telusuri bagi Anda para Manager HRD, Para Pekerja yang berjuang atas jaminan kesehatan Anda atau para keluarga yang dapat memberikan masukan pendapat kepada Suami/Istri Anda tentang penting nya Asuransi Kesehatan, juga para Orang tua yang tidak ingin anak2 nya bekerja tanpa jaminan kesehatan yang memadai. Yuk dibaca ajah….

 

Kutipan : Survei Towers Watson menemukan sebagian besar organisasi multinasional memandang kesehatan karyawan sebagai prioritas yang lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Guna menghadapi biaya kesehatan yang meningkat dan kekhawatiran mengenai kesehatan karyawan, mayoritas organisasi multinasional berencana menempatkan skema kesehatan karyawan dan kesejahteraan karyawan mereka secara keseluruhan sebagai prioritas yang lebih tinggi, dalam beberapa tahun ke depan. Begitulah garis besar hasil survei yang dilakukan oleh Towers Watson—sebuah perusahan global servis profesional—terhadap 149 perusahaan multinasional yang mewakili 5,2 juta karyawan di 37 negara, termasuk negara maju dan negara berkembang, di seluruh dunia. Berdasarkan survei tersebut, 75% responden menyatakan bahwa kesehatan karyawan akan lebih menjadi prioritas pada tahun 2011 dan 2012, sementara 87% akan melakukan hal yang sama dalam tiga hingga lima tahun mendatang—di tahun 2013–2015. Meskipun demikian, hanya 33% dari responden mengaku telah memiliki strategi kesehatan global (naik dari 26% dibandingkan hasil survei tahun lalu); 47% responden menyatakan berencana mengadopsi strategi tersebut dalam satu hingga dua tahun mendatang; sementara 21% responden mengungkapkan tidak memiliki rencana untuk meningkatkan strategi global kesehatan karyawannya (gambar 2). Organisasi multinasional Asia-Pasifik memiliki risiko tertinggal; hanya 23% dari organisasi multinasional yang memiliki headquarter di Asia-Pasifik memiliki strategi kesehatan global. Di sarikan dari

http://www.marketing.co.id/blog/2011/11/21/kesehatan-karyawan-menjadi-prioritas/

Kutipan hasil survey di atas walau sudah cukup lama tapi tetap update dan tak lekang jaman sepertinya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa peran ‘tunjangan’ kesehatan bagi karyawan memiliki peran sangat penting dalam mewujudkan produktivitas kinerja karyawan yang lebih baik. Pengelola perusahaan baik pada level Top manajemen atau Middle seperti bagian personalia/HRD sangat penting untuk mewujudkannya.683601_09382011072013_Terbaring-Lemah pasien-di-rumah-sakit-_120723131806-951 syafakallah-1

Memang pengelolaan kesehatan karyawan bukanlah satu-satu nya skala prioritas, namun bagaimana kita memposisikan hal tersebut untuk menunjang dan merealisasikan tujuan perusahaan. Demikian sedikit kupasan menyambung artikel-artikel yang telah sy tulis sebelumnya. Semoga karyawan selalu diposisikan lebih baik dalam subjek perusahaan dan tidak tertindas oleh gerilya dalam mencari keuntungan korporasi.

Jaminan Surety Bond dari Asuransi

Tulisan dibawah ini adalah copas dari artikel yang telah saya tulis dalam blog saya lainnya di tahun  2009 semoga tetap update. Tulisan ini saya tampilkan karena memang di bulan tengah tahun ini lah musim nya diadakan kegiatan penyerapan anggaran untuk berbagai proyek. Realisasi proyek pemerintah membutuhkan Jaminan dalam bentuk Surety Bond atau Bank Garansi, semoga artikel ini memberikan pencerahan. perlu di ingat bahwa sifat Jaminan Surety Bond berbeda dengan prinsip produk asuransi lainnya. Pada surety Bond, perusahaan asuransi menjamin perusahaan Kontraktor, sehingga bila terjadi wanprestasi maka Pihak Obligee/Bowheer berhak ajukan pencairan jaminan kepada asuransi. Setelah dilakukan verifikasi dan layak di cairkan serta telah dilakukan pencairan ke Pihak Obligee maka Kontraktor secara bersamaan harus memberikan penggantian sebesar penggantian ata nilai pencairan yang disepakati.

Membuat Surety Bond cukup mudah selama data yang disajikan kepada perusahaan asuransi telah diberikan sesuai prosedur dan kontraktor memiliki reputasi yang baik, dari kualitas perusahaan yang dibuktikan dengan pengalaman pada proyek sejenis hingga performa keuangan yang ikut mendukung. Demikian sebagai pengantar, semoga membantu para pembaca dengan dimuatkan artikel dibawah ini. Selamat membaca :

Istilah Surety Bond bagi para pelaku bisnis di bidang kontraktor baik bergerak dibidang jasa konstruksi ataupun pengadaan/supply. Kebutuhan akan Surety Bond seakan tidak lepas dari kegiatan tender yang diikuti oleh para Kontraktor. Mulai pada saat memasukian penawaran, kontraktor membutuhkan Jaminan Penawaran/Bid Bond, Setelah ditunjuk dan ditetapkan sebagai pemenang maka Pemilik Proyek akan meminta Jaminan Pelaksanaan yang diterbitkan oleh perusahaan asuransi sebagai jaminan kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan yang diberikan.

Pada proses berikutnya ketika pemilik proyek(bowheer) memberikan uang muka sebagai modal kontraktor mengerjaka proyek-nya, Obligee/bowheer mensyaratkan diterbitkannya Jaminan Uang Muka(Advance Payment Bond). Begitupun ketika usai pelaksanaan pekerjaan, akan diminta jaminan pemeliharaan(maintenance bond), namun di beberapa proyek biasa nya jaminan pelaksanaan(performance bond) akan digabung pembuatannya dengan jaminan pemeliharaan.

Perusahaan asuransi turut dalam mensukseskan program pembangunan nasional melalui Keppres No. 16 Tahun 1994 tentang Pelaksanaan APBN RI Pasal 22, yang didalamnya memuat pasal-pasal yang mengatur tentang diperbolehkannya Perusahaan Asuransi Kerugian untuk menerbitkan Jaminan Proyek. Sehingga saat ini kebutuhan akan pembuatan jaminan bukan menjadi tanggungjawab perusahaan asuransi dalam mencari market penjualan produk surety bond namun memiliki kedudukan yang sama dalam pelaksanaan pembangunan nasional yang berasal dari anggaran Negara.

PT. Bumida sendiri bukanlah ‘pemain baru’ dalam pemasaran produk tersebut, khususnya dalam membantu para kontraktor dalam proses pelaksanaan proyek. Kemudahan dan kecepatan pembuatan menjadi concern perusahaan ini, karena kesibukkan kontraktor dalam mengerjakan inti proyek menjadikan perhatian serius bagi pemasar surety bond untuk membantu kontraktor agar asuransi dapat mengeluarkan jaminan terhadap proyek yang sedang dikerjakan.

Selain surety bond, produk jaminan proyek di asuransi berkembang dalam bentuk Kontra Bank Garansi (KGB). Penerbitan KGB sebenarnya sama dengan Bank Garansi yang dikeluarkan oleh Bank dan memang produk KGB tersebut adalah Bank Garansi. Hal ini ini dalam produk KGB oleh asuransi, pihak asuransi bekerjasama dalam bentuk MoU dengan Bank yang menjadi rekanan nya. Apa dan bagaimana (kontra) Bank Garansi yang diterbitkan melalui oleh asuransi akan kita bahas dalam tulisan lain nya.

SURETY BOND

JENIS SURETY BOND

Jaminan Penawaran (Bid Bond / Tender Bond)

Menjamin Obligie (Pemilik Proyek) atas kerugian karena Principal (kontraktor) yang memenangkan tender mengundurkan diri/ingkar janji atas syarat yang ditentukan dalam dokumen tender.

Surety Company akan membayar kerugian yang diderita Obligie sebesar selisih antara penawaran pemenang tender pertama dangan penawaran pemenang tender kedua, maximum sebesar nilai jaminan.

o Nilai jaminan : Antara 1 % sd. 3 % dari harga penawaran.

o Jangka waktu : Sesuai dengan waktu yang ditentukan dan persyaratan

dokumen tender.

o Klaim : Apabila pemenang lelang mengundurkan diri / ingkar janji.

o Jatuh tempo : – Apabila SPK ditanda tangani

– Apabila Principal kalah lelang

Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond)

Menjamin Obligie (Pemilik Proyek) atas kerugian karena Kontraktor tidak melaksanakan proyek sesuai dengan ketentuan yang ada dalam kontrak (Gagal melaksanakan proyek) Surety Campany akan membayar kerugian yang diderita oleh Obligie, maximum sebesar nilai jaminan.

o Nilai jaminan : 5 % dari nilai proyek

o Jangka waktu : Sesuai dengan waktu pelaksanaan proyek

o Klaim : Apabila Principal gagal melaksanakan -proyek.

o Jatuh tempo : – Proyek selesai 100 %

– Berita acara penyelesaian proyek telah ditanda tangani.

Jaminan Pembayaran Uang Muka (Advance Payment Bonds)

Menjamin Obligiee (Pemilik Proyek) atas kerugian karena Kontraktor tidak mengembalikan uang muka sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam kontrak ( gagal melaksanakan proyek ).

Surety Company akan membayar kerugian yang diderita Obligie, maximal sebesar nilai jaminan.

o Nilai jaminan : 10 sd. 20 % dari nilai proyek

o Jangka waktu : Sesuai dengan waktu pelaksanaan proyek

o Klaim : Apabila principal tidak mengembalikan uang muka yang

diterimanya pada saat awal proyek.

o Jatuh tempo : – Uang muka telah dilunasi

– Berita acara penyelesaian proyek telah ditandatangani

Jaminan Pemeliharaan (Maintenance Bond)

Menjamin obligie (Pemilik Proyek) atas kerugian karena Konraktor tidak melaksanakan pemeliharaan; memperbaiki kerusakan-kerusakan setelah pelaksanaan pekerjaan selesai sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam kontrak.

Surety Company akan membayar kerugian yang diderita Obligie, maximal sebesar nilai jaminan.

o Nilai jaminan : 5 % dari nilai proyek

o Jangka waktu : Sesuai dengan waktu pemeliharaan proyek.

o Klaim : Apabila Principal gagal memperbaiki kerusakan proyek.

o Jatuh tempo : – Kerusakan proyek diperbaiki

– Berita acara penyelesaian proyek tahap II ditanda tangani.

DOKUMEN YANG DIPERLUKAN

o Mengisi application form

o Bio data principal (a.l : Neraca audited min. 2 tahun terakhir, Daftar pengalaman pekerjaan, Company Profile, SIUP, SIUJK, Surat Keterangan Domisili, NPWP, Surat Referensi Bank 2 bulan terakhir).

o Indemnity Agreement (Surat Pernyataan Kesediaan Membayar Ganti Rugi) yang ditanda tangani oleh Principal & Indemnitor serta disyahkan oleh notaris.

o Dokumen pendukung penerbitan surety bond sesuai dengan jenisnya :

o Surat undangan tender

o SPK

o Kontrak

KLAIM PENCAIRAN JAMINAN

Obligee mengajukan klaim (pencairan jaminan) kepada Surety apabila Prinsipal dinyatakan gagal melaksanakan kewajibannya sesuai dengan perjanjian/kontrak (wanprestasi).

Klaim Jaminan Penawaran /Tender (Bid Bond)

Prinsipal yang telah dinyatakan lulus sebagai pemenang tender dianggap wanprestasi, apabila :

o Prinsipal dinyatakan mengundurkan dri

o Prinsipal gagal menandatangani kontrak dan/atau tidak dapat memberikan Jaminan Pelaksanaan.

Syarat-syarat Klaim Jaminan Penawaran/Tender

Obligee mengajukan pencairan secara tertulis dengan melengkapi dokumen-dokumen :

o Surat Pernyataan resmi dari Panitia Lelang mengenai Prinsipal yang wanprestasi.

o Surat Keputusan Pemenang Tender.

o Pernyataan/pengakuan dari Prinsipal mengenai ketidak sanggupannya atau surat pengunduran diri.

o Perincian harga pemenang I, II, III dan/atau Kontraktor yang kemudian ditetapkan sebagai pemenang.

o Asli Jaminan Penawaran/Tender.

Besarnya klaim Jaminan Penawaran/Tender

Besarnya jaminan yang dibayarkan adalah sesuai kerugian yang diderita Obligee yakni selisih antara harga penawaran pemenang I dengan harga penawaran Prinsipal yang kemudian ditetapkan sebagai pemenang dengan maksimum pembayaran sebesar Nilai Jaminan (Penal Sum).

Klaim Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond)

Pada Jaminan Pelaksanaan, Prinsipal dianggap wanprestasi, apabila :

· Prinsipal tidak melaksanakan pekerjaannya.

· Jadual penyelesaian pekerjaan/proyek tidak memenuhi time schedule yang telah ditentukan (tanpa force majore).

· Pekerjaan/proyek tidak memenuhi syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam kontrak kerja, baikdari segi tehnis pelaksanaan, mutu, bahan, konstruksi, dll.

Syarat-syarat Klaim Jamian Pelaksanaan (Performance Bond)

Obligee mengajukan pencairan jaminan secara tertulis kepada Surety dengan melengkapi dokumen-dokumen, sebagai berikut :

· Surat Keputusan tentang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang telah ditandatangani Obligee dan Principal

· Perhitungan / penetapan besarnya hak dan kewajiban Obligee dan Principal

· Copy kontrak baru dan / atau perhitungan Obligee yang nilainya dapat diterima untuk menyelesaikan sisa / bagian yang tidak diselesaikan Principal

· Asli sertifikat Jaminan Pelaksanaan

Besarnya klaim Jaminan Pelaksanaan

Besarnya jaminan yang dibayarkan adalah sesuai kerugian yang diderita Obligee, maksimum sebesar Nilai Jaminan (Penal Sum) dan pelaksanaannya mengikuti ketentuan yang berlaku (dari Dirjen Anggaran atau sesuai petunjuk Obligee.

Klaim Jaminan Uang Muka (Advance Payment Bond)

Pada Jaminan Uang Muka, Prinsipal dianggap wanprestasi, apabila :

· Prinsipal tidak melaksanakan pekerjaannya.

· Pekerjaan yang dilaksanakan tidak memenuhi syarat dan kewajiban yang tercantum dalam perjanjian / kontrak kerja, baik dalam segi tehnis pelaksanaan, mutu bahan, konstruksi, dll.

· Tidak memenuhi Time Schedule yang telah ditentukan, tanpa adanya force majeure.

Syarat-syarat Klaim Jamian Uang Muka (Advance Payment Bond)

Obligee mengajukan pencairan jaminan secara tertulis kepada Surety dengan melengkapi dokumen-dokumen, sebagai berikut :

· Surat Keputusan tentang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang telah ditandatangani Obligee dan Principal

· Perhitungan / penetapan besarnya hak dan kewajiban Obligee dan Principal

· Asli sertifikat jaminan Uang Muka

Besarnya klaim Jaminan Pelaksanaan

Besarnya jaminan yang dibayarkan adalah sebesar jumlah Uang Muka yang diterima Principal dan dikurangi dengan cicilan (sesuai tahap pembayaran prestasi / termijn).

Klaim Jaminan Pemeliharaan (Maintenance Bond)

Pada Jaminan Pemeliharaan, Prinsipal dianggap wanprestasi, apabila tidak melaksanakan perbaikan atas kerusakan proyek pada masa pemeliharaan.

Syarat-syarat Klaim Jamian Pemeliharaan (Maintenance Bond)

Obligee mengajukan pencairan jaminan secara tertulis kepada Surety dengan melengkapi dokumen-dokumen, sebagai berikut :

· Sebab-sebab yang terjadi pada masa pemeliharaan

· Perincian biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki kerusakan tersebut

· Asli sertifikat Jaminan Pemeliharaan

Besarnya klaim Jaminan Pemeliharaan

Besarnya jaminan yang dibayarkan adalah sebesar biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki kerusakan, maksimum sebesar Nilai Jaminan Pemeliharaan

Membuat Jaminan Bank Garansi atau Surety Bond atau Bonding dari Asuransi

Sedang ramai optimalisasi Penyerapan Anggaran APBN atau APBD untuk realisasi kan pembangunan khusus nya infrastruktur. Dalam setiap tender pemerintahan dari APBN, APBD hingga Kementrian dan BUMN atau BUMD memerlukan jaminan. Jaminan dari bank disebut Bank Garansi, sedangkan dari asuransi disebut Surety Bond. Bagi yang membutuhkan jaminan proyek silahkan bisa kontak or WA saya di 0877827 34164 atau di Call 08128313790.

Saya juga siap membantu untuk pembuatan asuransi penunjang nya seperti Asuransi Kecelakaan Diri Pekerja, Asuransi Contractor All Risk (CAR) hingga Asuransi Pengangkutan Barang/Cargo. Jadikan proyek Anda sebagai investasi yang menguntungkan dengan melakukan transaksi langsung ke Asuransi tanpa repot melalui jasa perantara yang menaikkan cost anggaran Anda semakin besar.

Tulisan dibawah ini adalah copy paste artikel sy yang sy tulis 2009, semoga membantu :

Bulan-bulan ini, khususnya sejak bulan April 2011 kegiatan di berbagai instansi pemerintah sangat padat sekali. Hiruk pikuk kegiatan pengadaan seakan telah dimulai Gong nya. Sesuai Kepmen 54/2010 khusus untuk kegiatan tender diperlukan jaminan berupa Surety Bond yang dikeluarkan oleh perusahaan Asuransi atau Bank Garansi yang dikeluarkan oleh Bank umum non BPR, baik bank skala nasional maupun bank BPD. Pembuatan Surety Bond melalui asuransi, kontraktor tidak banyak mengalami kendala. Banyaknya perusahaan asuransi yang memiliki ijin menjadi salah satu faktor banyak nya pilihan, kemudahan dan biaya murah menjadi pembeda. Namun apabila sudah diminta berupa jaminan Bank Garansi, maka keluhan dan teriakan Kontraktor seakan menjadi biasa didengar.Keharusan menaruh uang jaminan sebesar nilai jaminan seakan menjadi kartu mati bagi para calon penyedia jasa untuk cepat mendapatkan Bank Garansi yang diinginkan. Pembuatan Bank Garansi melalui Asuransi Melalui peran asuransi, para kontraktor bisa mendapatkan Bank Garansi yang diinginkan dengan mengesampingkan kendala jaminan uang sebesar nilai jaminan, karena asuransi disini berfungsi sebagai penjamin kontraktor kepada bank. Asuransi Bumida sebagai asuransi yang memiliki ijin operasional untuk menerbitkan Kontra Bank Garansi dapat membantu para calon penyedia jasa/kontraktor/principal untuk mendapatkan Bank Garansi. PT. Asuransi Bumiputeramuda 1967 (Bumida) yang bergerak dalam jasa asuransi umum, khususnya asuransi Surety Bond, Kontra Bank Garansi, Contractor All Risk, asuransi Kecelakaan Diri, Asuransi Pengangkutan/Marine, dll. Melalui tulisan ini kami bemaksud memberikan informasi peluang pembuatan Bank Garansi (BG) melalui Bumida. Seperti disampaikan di atas, apabila melakukan pembuatan BG langsung ke Bank, maka harus menempatkan dana sebesar nilai jaminan yang dibuat dalam bentuk Blokir dana Giro atau Blokir deposito yang menyebabkan tidak dapat dipergunakan Dana tersedia untuk putaran bisnis Bapak/Ibu. Namun apabila memalui asuransi mekanisme di atas tidak sepenuhnya dilakukan. Dengan rate (bank + asuransi) indikasi sebesar sekian % per tahun untuk BG Jaminan Pelaksanaan dan Pemeliharaan dan sekian % untuk BG Jaminan Uang Muka plus biaya administrasi, maka kontraktor sudah mendapatkan BG yang diperlukan untuk kelancaran proyek. 2 Bulan ini saya selaku pemasar surety bond dan bank garansi cukup mendapat berkah dari kegiatan tender dan pembuatan bank garansi yang diminta oleh para kontraktor. Semoga tulisan ini bisa menjadi referensi bagi para pelaku tender dan praktisi tender untuk mempermudah pembuatan surety bond dan bank garansi untuk kelancaran proyek Anda. Bahwa pembuatan surety bond dan Bank Garansi khususnya tidaklah sesulit dan serumit yang dibayangkan dan tidak diperlukan biaya mahal asalkan pemilihan pembuatan tidak diperlukan jasa perantara. Kemudahan pembuatan adalah hak Anda.

Demikian tulisan lawas saya, namun untuk saat ini jasa pembuatan yang sementara langsung saya layani adalah khusus pembuatan Surety Bond dari Asuransi. Silahkan Para Pemilik Usaha/Kontraktor yang membutuhkan jaminan bisa menghubungi saya. Terimakasih

CSR Asuransi Bumida Cabang Bekasi di Purwakarta

http://www.asuransibekasi.com/serah-terima-peserta-csr-di-sman-1-bungursari-purwakarta/
Asuransi Bumida Cabang Bekasi memberikan CSR dalam Program CSR Asuransi Kecelakaan Diri 1000 Siswa di Wilayah Purwakarta secara GRATIS.
Semoga Program tersebut turut membantu bagi yang mengalami musibah kecelakaan baik dilingkungan sekolah maupun diluar selama 24 Jam selama 1 tahun.
Asuransi Bumida Cabang Bekasi memiliki program Asuransi Kecelakaan Diri yang disebut Asuransi Siswakoe/Mahasiswakoe yang mengcover kecelakaan diri bagi peserta didik selama 24 jam dengan pengajuan yang sangat mudah menggunakan Kwitansi Copy Legalisir. Premi mulai dari 10 ribu per Tahun /peserta (siswa/mahasiswa). Jaminan meliputi Meninggal Dunia, Cacat Tetap, Biaya Pengobatan, Santunan Pemakaman, Rawat Inap, dll.
Asuransi Bumida Bekasi mencakup wilayah Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta.

Kebakaran PT. Mandom Indonesia

http://news.detik.com/berita/2966404/didera-kebakaran-besar-pt-mandom-akan-beroperasi-lagi-senin

Jakarta – PT Mandom Indonesia (Tbk) kemarin menghentikan seluruh operasi produksinya akibat kebakaran yang menimpa salah satu pabriknya di Kawasan Industri MM 2100 di Jalan Irian Blok PP, Bekasi. PT Mandom akan kembali beroperasi pada Senin (13/7) besok, demikian menurut pernyataan tertulis PT Mandom (Tbk) yang diterima CNN Indonesia, Sabtu (11/7).

Dalam pernyataan tertulis yang ditandatangani oleh Presiden Direktur/CEO PT Mandom Indonesia (Tbk) Muhammad Makmun Arsyad menyatakan bahwa manajemen dan seluruh karyawan sangat berduka cita atas kebakaran hebat yang terjadi kemarin.

demikian penggalan berita dari situs web berita di link tersebut….

http://megapolitan.kompas.com/read/2015/07/10/23430161/Berikut.Nama-nama.Korban.Kebakaran.Mandom.yang.Dirawat.di.RSCM

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebagian besar korban kebakaran PT Mandom yang dirujuk ke RSCM adalah perempuan.

Tercatat, dari total 20 korban yang dirujuk, 15 orang adalah perempuan. Selebihnya merupakan korban laki-laki.

Berikut daftar nama-nama korban kebakaran yang dirujuk ke RSCM:

1. Eri Wahyuni, perempuan (46)
2. Sugeng Triono, laki-laki (21)
3. Herdianto, laki-laki (24)
4. Yusni, perempuan (23)
5. Musdalifah, perempuan (25)
6. Nurul, perempuan (21)
7. Wulandari, perempuan (20)
8. Umi, perempuan (44)
9. Kumeidi, laki-laki (23)
10. Rosidi, laki-laki (49)
11. Ikhwanul Kirom, laki-laki (21)
12. Safinah, perempuan (19)
13. Kutsiah, perempuan (20)
14. Siti Aisyah, perempuan (51)
15. Teti Susanti, perempuan (22)
16. Maria Ulfa, perempuan (23)
17. Sumini, perempuan (46)
18. Rani Setiawan, perempuan (20)
19. Ny. Eko, perempuan (43)
20. Yulianti, perempuan (42).

Hingga saat ini, puluhan keluarga korban masih menunggu di luar RSCM untuk memastikan kondisi terkini anggota keluarganya.

di atas adalah penggalan berita yang memuat daftar korban kebakaran PT. Mandom Indonesia.

Sebelum melanjutkan tulisan dari tema di atas, penulis mengucapkan Turut Berbelasungkawa, Turut Berduka Cita dan prihatin atas peristiwa kebakaran yang menimpa pabrik dikawasan MM2100 tersebut, semoga korban jiwa diterima di sisi Tuhan YME dan keluarga diberikan ketabahan atas musibah yang menimpa. Untuk korban selamat semoga segera diberikan kesembuhan dan ketabahan, semoga lekas beraktifitas sediakala.

Penulis masih sedikit ingin melanjutkan tulisan dari tulisan tentang Asuransi Kebakaran yang perdana di tulis dalam blog ini. Penulis tidak akan membahas tentang sebab dan musabab dari peristiwa tersebut karena memang masih dalam penyelidikan Polisi dan penulis tidak dalam kapasitas memberikan kesimpulan. Penulis hanya ingin menyampaikan tentang pesan moral dan ajakan bagi para pengelola gedung, bagi pemilik bangunan, buat para Pengusaha, buat para pihak yang berkepentingan tentang penting nya pengelolaan resiko atas aset bangunan serta isi nya.

Bagi pemangku kepentingan, apalagi bangunan yang dipergunakan untuk usaha skala besar dan melibatkan pekerja yang tidak sedikit tentu harus memiliki standar yang baku dan jelas tentang bagaimana suatu bangunan di dirikan dan terkait pengelolaannya. Ilmu tentanbg manajemen gedung memiliki diskursus tersendiri yang mendalam, namun dari sisi dampak tentu dapat kita bicarakan secara pemahaman awam. Bagi suatu bangunan yang tidak memiliki Proteksi Asuransi tentu akan menanggung dampak kerugian yang sedemikian besar bila terjadi musibah kebakaran, karena segala kerugian dari peristiwa kebakaran tersebut akan menjadi beban bagi perusahaan. Biaya yang tidak terduga sebelumnya akan sedemikian besar

ada tamu tiba2…nanti dilanjut lagi deh…maaf yaaah…mandom new.viva.co.id